Minggu, 22 Januari 2017

Alat musik lyre

Alat musik lyre ini memberikan atmosfir yang menenangkan bagi anak. Dapat dimainkan sebelum waktu tidur sebagai tanda bahwa waktu tidur telah tiba, karena seringkali anak tidak mau tidur karena  transisi antara kegiatan dengan waktu tidur, dilakukan tiba-tiba atau tanpa tanda-tanda tertentu. Dapat dimainkan juga ketika anak sedang rewel. Suaranya yang "dreamy" membawa efek kenyamanan bagi anak. Juga dapat dimainkan sebelum mendongeng, agar fokus dan konsentrasi anak "terkumpul."


Mari belajar merakit dan memainkannya pada workshop Lyre tanggal 11 dan 12 Februari nanti


Jumat, 20 Januari 2017

WORKSHOP MUSIK

Musik bukan sekedar memberikan keriangan pada anak tetapi juga rangkaian kata dan melodi untuk menyampaikan pesan bukan dalam bentuk wejangan, suruhan, apalagi bentakkan. Ketika anak sulit tidur, tidak mau makan, tidak mau merapikan mainan, malas mandi, maka sebuah lagu akan lebih bermakna daripada berpuluh kata dalam bentuk suruhan.

Musik adalah salah satu alternatif untuk membantu mengatasi masalah fokus dan atensi pada anak. Ketika anak tidak dapat duduk tenang, tidak memperhatikan apa yang kita sampaikan, dan pada tingkat sekolah dasar, tidak dapat memusatkan perhatiannya pada pelajaran, maka alunan nada akan lebih "mengumpulkan nyawa" mereka daripada berpuluh kata dalam bentuk teguran.

Musik adalah penyejuk jiwa. Ketika anak tantrum, tidak tenang, menunjukkan perilaku agresif, maka alunan suara dan petikan lembut alat musik lyre akan lebih memberikan atmosfir yang menyejukkan daripada hentakkan suara dalam bentuk bentakkan.

Musik adalah nutrisi bagi otak sejak anak dalam kandungan. Ketika anak mengalami kesulitan mempelajari sesuatu pada jenjang sekolah dasar, mengingat materi-materi pelajaran, melakukan operasi matematika, maka belahan otak kiri dan otak kanan akan bekerjasama melalui sebuah lagu dengan tangga nada tertentu.

Tangga nada pentatonik, mood of the fifth, alat musik yang dinamakan lyre mungkin merupakan hal-hal yang baru kita dengar yang ternyata berperan besar dalam kehidupan anak.

Bagi para orang tua, guru, psikolog, ataupun pihak lain yang berkecimpung dalam hal tumbuh kembang anak dan peduli pada musik anak, kita akan bersama-sama mempelajari lagu dan permainan anak, membuat lagu bagi anak sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapinya, belajar memainkan alat musik lyre, konsultasi individu bersama dengan Gotthard Killian, seorang musisi dari Australia.








Jumat, 13 Januari 2017

Musik : menciptakan suasana rumah yang tenang, berkaitan dengan pernafasan dan kesehatan anak, "guru" yang paling penting bagi daya ingat anak

Buat saya, yg paling menarik di tanggal 4 dan 5 Februari nanti adalah materi ini :

What does music do to benefit the entire life of the child, how is it to be creating a calm atmosphere at home, and to allow a dreamy and imaginative inner live for the child.
-----> menciptakan atmosphere yang kalem itu ga gampang kan ya. Apalagi diantara grasak grusuk berbagai urusan, mulai dari bersihin rumah, nyuci, nyetrika, ngurus anak, dll sampai dengan kerjaan di kantor. Apalagi pagi-pagi. Hectic banget. Boro-boro bisa kalem. Apalagi bikin suasana yang dreamy dan imaginatif. Suasana di rumah mgkn lebih seperti di pantai yang penuh pengunjung dg deburan ombak yang ganas, ketimbang pantai yang tenang dengan alunan riak ombak yang menyelinap diantara jari jemari kaki.


Dan buat saya, yang paling menarik di tanggal 6 dan 7 Februari nanti adalah materi ini :

- Breathing issues and medical conditions because we don't sing enough. General health and breathing for the child when it is pressed to learn too abstract = that is a musical problem.
-------> ini dia. Breathing issues! Anak saya dua2nya asma. Memang krn faktor alergi. Tp terkadang asmanya muncul pas musim2 ujian. Nah loh.... Daannn when the child is pressed to learn too abstract... eh, banyak kan ya konsep matematik yg abstrak dan kita ngajarinnya pun bingung. Mungkin jd makin abstrak buat anak..haha...
- Music is the most important teacher for the memory in the situation of the school child.
-------> Yg ini lagi. Aaahhh pengen tau banget, sampe bisa dibilang the most important teacher. THE MOST looohhhh....

Itu saya. Saya tertariknya di point-point itu.
Nah orang tua atau guru atau siapa aja mgkn tertariknya di hal-hal yang lain.
Apa aja materinya?
Yang mana yang menarik?


Workshop Kekuatan Musik Dalam Kehidupan Anak usia play group dan TK
4 dan 5 Februari 2017
Jam 13.00 - 17.00
Tempat : NuArt Sculpture Park and Art Gallery
Jl. Setraduta Raya No. L6 Bandung
Investasi Rp. 700..000/orang untuk dua hari

In many ways of practical exercises through singing, playing the lyre, and musical listening and dreaming we want to research the children's feeling, and how music can turn itself later on in school life into investigative intellectual gifts and rich soul life. As a fact, children are very responsive to music in the early age. It is our responsibility to not only respect the talent given to the child, but also to make sure that this legacy can unfold in a healthy way, and that it does not disappear due to the constraints of the modern civilisation.

We want to experience how child development means also musical exploration of the gift given to the child from birth (before birth?). 

In the two days it is my wish to focus on singing and understanding singing
- What does music do to benefit the entire life of the child, how is it to be creating a calm atmosphere at home, and to allow a dreamy and imaginative inner live for the child.
- And how can we as mothers and fathers, as educators, foster the musical joy in playful approach. 
- Music finally can contribute to the immunity of the long reaching effects on the healthy constitution, as a basic trust in life and healthy way of breathing between the world and the soul.

------------------------------------------------------------------------------------------------------


Workshop Kekuatan Musik Dalam Kehidupan Anak usia sekolah dasar
6 dan 7 Februari 2017
Jam 13.00 - 17.00
Tempat : NuArt Sculpture Park and Art Gallery
Jl. Setraduta Raya No. L6 Bandung
Investasi Rp. 700..000/orang untuk dua hari


FOCUS ON MUSIC AND THE DEVELOPMENTAL ASECTS OF THE CHILD IN SCHOOL
What is the consideration of musical teaching in the first grades of school? 
The situation of the singing and the role of singing towards the memory forces.
- Music is the most important teacher for the memory in the situation of the school child.
- Music can be movement in sportive games, and beautiful movement in dance and eurythmy.
- Music is singing together and learning by singing and to train memory by heart.
- Music can be playing together on various instruments and learning social rules in playing together. 
- Music can be finally to listen to the beauty of music played for the listeners.

FOCUS ON MUSIC AND HEALTH IN THE SCHOOL AGE.
- Breathing issues and medical conditions because we don't sing enough. General health and breathing for the child when it is pressed to learn too abstract = that is a musical problem.
- If we starve the children musically we can't expect great outcomes in later school life.
- If we don't allow the children to experience themselves to enjoy physical movement in games and in music lesson we can't expect them to find the endurance of life forces later on in their professional life.

FOCUS ON LEARNING AN INSTRUMENT 
How to encourage the child to choose the right instrument, to come into a daily routine to play, and to find enjoyment in the family about the musical development of the child.

Selasa, 03 Januari 2017

Workshop Musik





Workshop Kekuatan Musik Dalam Kehidupan Anak usia play group dan TK
4 dan 5 Februari 2017
Jam 13.00 - 17.00
Tempat : NuArt Sculpture Park and Art Gallery
Jl. Setraduta Raya No. L6 Bandung
Investasi Rp. 700..000/orang untuk dua hari


Workshop Kekuatan Musik Dalam Kehidupan Anak usia sekolah dasar
6 dan 7 Februari 2017
Jam 13.00 - 17.00
Tempat : NuArt Sculpture Park and Art Gallery
Jl. Setraduta Raya No. L6 Bandung
Investasi Rp. 700..000/orang untuk dua hari
Bagi yang mengikuti workshop selama 4 hari, investasi Rp. 1.200.000/orang


Workshop merakit dan memainkan lyre
11 dan 12 Februari 2017
Jam 10.00-13.00
Tempat : Jagad Alit Waldorf Play & Kinder
Jl. Babakan Jeruk IIIE Bandung
Investasi Rp. 2.900.000 sudah termasuk alat musik lyre yang dapat dimiliki peserta dan free workshop musik selama empat hari


Info lain : email jagadalit.waldorfschool@gmail.com
WA : 082116595559 (Mela)
FORM PENDAFTARAN http://bit.ly/JA_WORKSHOPS


Rabu, 21 Desember 2016

WORKSHOP - Kekuatan Musik Dalam Kehidupan Anak

"Madu telah habis.
Kupu-kupu dan lebah senang di hati.
Berbagi madu berbagi ceria.
Bersama-sama bersuka cita."
Itulah lagu yang kami nyanyikan ketika anak-anak berebut mainan atau enggan berbagi.

"Taratatataaa...dududududuuuu...siapkan tanganmu. 
Rapikanlah mainannya simpan di tempatnya."
Itulah lagu yang kami nyanyikan ketika mengajak anak merapikan mainan.

"Kulihat awan seputih kapas.
Arak berarak di langit luas.
Andai kudapat kesana terbang.
Akan kuraih kubawa pulang."
Lagu itu kami nyanyikan ketika seorang anak tantrum atau ketika kami menghadapi keunikan dari seorang anak berkebutuhan khusus.


Musik adalah penyejuk jiwa. Musik adalah rangkaian kata dan melodi untuk menyampaikan pesan bukan dalam bentuk wejangan, suruhan, ataupun bentakkan. Musik adalah salah satu alternatif untuk membantu mengatasi masalah fokus pada anak.

Tangga nada pentatonik, mood of the fifth, alat musik yang dinamakan lyre mungkin merupakan hal-hal yang baru kita dengar yang ternyata berperan besar dalam kehidupan anak.

Februari 2017, bagi para orang tua, guru, psikolog, ataupun pihak lain yang berkecimpung dalam hal tumbuh kembang anak dan peduli pada musik anak, kita akan bersama-sama mempelajari lagu dan permainan anak, membuat lagu bagi anak sesuai dengan kebutuhannya, belajar memainkan alat musik lyre, konsultasi individu bersama dengan Gotthard Killian, seorang musisi dari Australia.



Info lain : email jagadalit.waldorfschool@gmail.com
WA : 082116595559 (Mela)
FORM PENDAFTARAN http://bit.ly/JA_WORKSHOPS

Minggu, 18 Desember 2016

Merayakan Perjalanan Mereka

Ketika kami merasa tangan, hati, dan isi kepala kami tidak mampu menuliskan apa yang telah anak-anak lalui dalam perjalanan mereka hanya dalam satu atau dua digit angka, abjad, ataupun simbol-simbol lainnya, ketika kami merasa tidak "berhak" menilai apa yang telah anak-anak lakukan, maka akhirnya kami "hanya" dapat bercerita mengenai perjalanan mereka. 

Cerita itu diawali dengan pertanyaan Ibu Manda, salah seorang guru di Klab Anak Rabu sekaligus juga tempat kami bertanya ini dan itu. "Apakah udah tau gimana kepengennya orang tua dalam menyikapi raport? Apakah raport ini sangat penting dan sangat besar untuk orang tua? Jadi bahan orang tua menilai anak dan menilai sekolah seperti secara tradisional rapotan di Indonesia selama ini? Atau apakah rapotan ini hanya pelengkap dari peralatan pendidikan anak? Merupakan hal yang penting tetapi tidak sangat penting." Pertanyaan dalam beberapa kalimat yang kemudian kami cerna sebagai "Apakah kita, pihak sekolah, menginginkan orang tua memandang raport itu sesuatu yang segalanya yang dapat menjadi alat untuk menilai anak?" Suara hati ini kemudian menjawab "Tidak." 

Maka kami merangkai ribuan kata dalam sebuah buku cerita perjalanan mereka. Buku ini dapat kami selesaikan dalam waktu yang tidak begitu lama, namun apa yang ada  di dalamnya diambil dari cerita yang kami buat setiap hari. Apa yang dapat kami lihat, dengar, rasakan, dan kami ingat setiap harinya. Buku ini dan semua yang dilakukan anak-anak kemudian menjadi sumber pembelajaran kami.  Dari anak-anaklah kami banyak belajar. Anak-anak adalah guru kehidupan bagi kami. 



“Where is the book in which the teacher can read about what teaching is? The children themselves are this book. We should not learn to teach out of any book other than the one lying open before us and consisting of the children themselves.”  
-Rudolf Steiner-

Maka jika kita mencari satu bentuk "penilaian" dalam buku itu, mungkin inilah yang dapat ditemukan, "Apakah kami memberikan lingkungan yang aman bagi anak baik secara fisik maupun psikologis? Apakah kami sebagai guru merupakan sebuah kurikulum? Karena anak akan meniru apa-apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan dari kami."

“You have no idea how unimportant is all that the teacher says or does not say on the surface, and how important what he himself is as teacher.” 
-Rudolf Steiner-

“You will not be good teachers if you focus only on what you do and not upon who you are.” 
-Rudolf Steiner-






























Buku ini dan beberapa hasil karya anak-anak kami bagikan untuk dilihat, dibaca, dan dijadikan bahan refleksi di rumah, karena kami berharap buku ini tidak semata menghasilkan komentar spontan berisi pujian berlebih, evaluasi, ataupun komentar spontan membanding-bandingkan anak, "waahh...liat temen kamu udah bisa gambar orang."  Kami ingin buku ini menjadi kenangan indah yang menggambarkan betapa besarnya perjuangan seorang anak dalam perjalanan hidupnya. 

Dan saat ini adalah saat untuk mensyukuri dan merayakan perjuangan mereka hingga sampai pada moment kehidupannya saat ini. "Memaknai Hari Kelahiran," itulah tema yang  kami ambil untuk moment ini bersamaan dengan kelahiran beberapa orang di Bulan Desember yang dalam perjalanan hidupnya dapat memberikan makna bagi kehidupan dirinya dan orang lain. Bersamaan juga dengan moment Hari Ibu di Indonesia. Betapa besar dan mulia perjuangan seorang ibu. Dan sebagai seorang ibu, ayah, ataupun guru, marilah kita membuka mata hati kita untuk merasakan betapa besar perjuangan seorang bayi di dalam kandungan, hingga ia menemukan jalan lahirnya, membuka matanya, menggerakkan tangan dan kakinya, sampai pada moment kehidupannya saat ini. 













Selasa, 22 November 2016

Birthday at Jagad Alit

Celebrating a birthday is a time-honoured ritual. It is a day to recognize our birth, and the ongoing biographical journey we undertake. It can be a time for reflection on the growth and change we have experienced over the past 365 days and perhaps, to make adjustments to our course. It can be a time to peer through the looking glass into the future. A birthday can act as our own personal ‘New Year’; a time to set goals for our dreams, quietly and unobtrusively. 











We try to create something more meaningful for children. A birthday celebration acknowledges that the child has willingly entered into this life contract with a preconceived purpose. It then becomes a chance to give support to and give gratitude to this brave individual as they navigate through the ups and downs of life. It is also a chance for us to see beyond the outer exterior of a person and fish a little deeper.











In every way the celebrations were a simple recognition of our ‘birth-to-earth’ day and the fact that we all as spiritual beings with an individual soul “come from the stars”. A crown and cape worn by the child for the entire morning highlighted the fact that the child was King or Queen for the day. Teachers adapted the rainbow bridge birthday story and made the story their own to adapt to their children.