Tampilkan postingan dengan label PG bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PG bandung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

One day Free Trial



One day Free trial
3-6 yo

Monday/Tuesday/Thursday/Friday
March 6-20, 2018
08.00 - 10.45

Registration
jagadalit.waldorfschool@gmail.com
Whatsapp 087823152314

Senin, 25 Desember 2017

One day at Jagad Alit


Waktu bermain Senin, Selasa, Kamis, Jumat
Jam 08.00 - 11.00

Rhythm of the day
Outdoor free play
Tidy up
Circle time
Indoor free play
Tidy up
Snack time
Story time


Rabu, 06 Desember 2017

Pendaftaran Semester Baru


Kami membuka pendaftaran di semester baru ini. Semester baru akan dimulai tanggal 8 januari 2017. Info dan pendaftaran bisa menghubungi  
jagadalit.waldorfschool@gmail.com atau WA 087823152314


Jumat, 16 Juni 2017

Merayakan Sebuah Perjalanan

Akhir semester merupakan moment yang sangat spesial. Moment di saat kita merayakan satu bagian dari perjalanan panjang anak-anak di Jagad Alit. Moment di saat rasa bahagia menyeruak dalam hati para orang tua dan guru. Di Jagad Alit moment sarat kebahagiaan ini tidaklah dirayakan dengan kemeriahan. Kami ingin lebih memberikan arti ketulusan dan cinta yang alami, yang tidak terbungkus dalam suatu acara yang terkesan dibuat-buat. Biarkanlah ekspresi, senyum, tawa, tingkah polah anak-anak dalam moment ini merupakan sebenar-benarnya yang mereka rasakan dalam hati mereka. Berbarengan dengan perayaan panen di beberapa wilayah guna mendekatkan anak-anak dengan alam dan juga berbarengan dengan bulan Ramadhan menjelang lebaran, maka celebration yang telah kami jalin dalam ritme keseharian selama satu bulan penuh ini dinikmati dengan penuh suka cita.


Apa yang kami sampaikan dalam moment ini pula adalah apa yang sebenar-benarnya mereka lalui dalam perjalanan mereka. Sebuah buku yang berisi cerita setiap anak merupakan cerita yang kami rangkai setiap harinya selama satu semester.  Tak akan cukup beribu kata, tak akan cukup bermalam-malam untuk menuangkan cerita mereka. Tetapi apa yang ada di buku tersebut dapat menggambarkan sekelumit kisah mereka. Tak ada angka ataupun huruf yang melambangkan sebuah nilai, karena kami merasa tak berhak untuk menilai mereka.


Ini adalah kelanjutan cerita perjalanannmu. 
Bermain bersama kami dan teman-temanmu di Jagad Alit. 
Ada cerita yang berjalan beriringan. 
Ada cerita baru yang mewarnai perjalanannmu. 
Semua cerita kan memberi warna-warni indah dalam hidupmu. 
Semoga kelak warna-warna yang kau pilih kan menjadi 
sebuah lukisan yang menghangatkan ruang jiwamu 
dan orang-orang di sekelilingmu.


Bersama kami tlah kau rangkai banyak kata. 
Bersama kami tlah kau lukis banyak warna. 
Bersama kami tlah dendangkan banyak irama. 
Engkaulah nakhoda perahu emasmu. 
Berlayarlah terus mengarungi lautan luas. 
Sepenuh hati kami kan menerangi jalanmu.






------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                   ------------------------------------------------------------



Inilah moment kebahagiaan mereka saat bermain sambil membuat frame dari ranting kayu untuk salah satu dari crayon drawing yang mereka buat saat sekolah




Inilah moment kebahagiaan mereka saat circle time bersama



Inilah moment ketika perayaan ini sekaligus juga menjadi perayaan hari ulang tahun


Hingga sang rembulan malam menggantikan mentari sore





------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                   ------------------------------------------------------------





Membawa pulang kenangan indah






----------------------------------------------------            Selamat merayakan sebuah perjalanan! -------------
----------------------------------------------------------------










Minggu, 18 Desember 2016

Merayakan Perjalanan Mereka

Ketika kami merasa tangan, hati, dan isi kepala kami tidak mampu menuliskan apa yang telah anak-anak lalui dalam perjalanan mereka hanya dalam satu atau dua digit angka, abjad, ataupun simbol-simbol lainnya, ketika kami merasa tidak "berhak" menilai apa yang telah anak-anak lakukan, maka akhirnya kami "hanya" dapat bercerita mengenai perjalanan mereka. 

Cerita itu diawali dengan pertanyaan Ibu Manda, salah seorang guru di Klab Anak Rabu sekaligus juga tempat kami bertanya ini dan itu. "Apakah udah tau gimana kepengennya orang tua dalam menyikapi raport? Apakah raport ini sangat penting dan sangat besar untuk orang tua? Jadi bahan orang tua menilai anak dan menilai sekolah seperti secara tradisional rapotan di Indonesia selama ini? Atau apakah rapotan ini hanya pelengkap dari peralatan pendidikan anak? Merupakan hal yang penting tetapi tidak sangat penting." Pertanyaan dalam beberapa kalimat yang kemudian kami cerna sebagai "Apakah kita, pihak sekolah, menginginkan orang tua memandang raport itu sesuatu yang segalanya yang dapat menjadi alat untuk menilai anak?" Suara hati ini kemudian menjawab "Tidak." 

Maka kami merangkai ribuan kata dalam sebuah buku cerita perjalanan mereka. Buku ini dapat kami selesaikan dalam waktu yang tidak begitu lama, namun apa yang ada  di dalamnya diambil dari cerita yang kami buat setiap hari. Apa yang dapat kami lihat, dengar, rasakan, dan kami ingat setiap harinya. Buku ini dan semua yang dilakukan anak-anak kemudian menjadi sumber pembelajaran kami.  Dari anak-anaklah kami banyak belajar. Anak-anak adalah guru kehidupan bagi kami. 



“Where is the book in which the teacher can read about what teaching is? The children themselves are this book. We should not learn to teach out of any book other than the one lying open before us and consisting of the children themselves.”  
-Rudolf Steiner-

Maka jika kita mencari satu bentuk "penilaian" dalam buku itu, mungkin inilah yang dapat ditemukan, "Apakah kami memberikan lingkungan yang aman bagi anak baik secara fisik maupun psikologis? Apakah kami sebagai guru merupakan sebuah kurikulum? Karena anak akan meniru apa-apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan dari kami."

“You have no idea how unimportant is all that the teacher says or does not say on the surface, and how important what he himself is as teacher.” 
-Rudolf Steiner-

“You will not be good teachers if you focus only on what you do and not upon who you are.” 
-Rudolf Steiner-






























Buku ini dan beberapa hasil karya anak-anak kami bagikan untuk dilihat, dibaca, dan dijadikan bahan refleksi di rumah, karena kami berharap buku ini tidak semata menghasilkan komentar spontan berisi pujian berlebih, evaluasi, ataupun komentar spontan membanding-bandingkan anak, "waahh...liat temen kamu udah bisa gambar orang."  Kami ingin buku ini menjadi kenangan indah yang menggambarkan betapa besarnya perjuangan seorang anak dalam perjalanan hidupnya. 

Dan saat ini adalah saat untuk mensyukuri dan merayakan perjuangan mereka hingga sampai pada moment kehidupannya saat ini. "Memaknai Hari Kelahiran," itulah tema yang  kami ambil untuk moment ini bersamaan dengan kelahiran beberapa orang di Bulan Desember yang dalam perjalanan hidupnya dapat memberikan makna bagi kehidupan dirinya dan orang lain. Bersamaan juga dengan moment Hari Ibu di Indonesia. Betapa besar dan mulia perjuangan seorang ibu. Dan sebagai seorang ibu, ayah, ataupun guru, marilah kita membuka mata hati kita untuk merasakan betapa besar perjuangan seorang bayi di dalam kandungan, hingga ia menemukan jalan lahirnya, membuka matanya, menggerakkan tangan dan kakinya, sampai pada moment kehidupannya saat ini. 













Selasa, 22 November 2016

Birthday at Jagad Alit

Celebrating a birthday is a time-honoured ritual. It is a day to recognize our birth, and the ongoing biographical journey we undertake. It can be a time for reflection on the growth and change we have experienced over the past 365 days and perhaps, to make adjustments to our course. It can be a time to peer through the looking glass into the future. A birthday can act as our own personal ‘New Year’; a time to set goals for our dreams, quietly and unobtrusively. 











We try to create something more meaningful for children. A birthday celebration acknowledges that the child has willingly entered into this life contract with a preconceived purpose. It then becomes a chance to give support to and give gratitude to this brave individual as they navigate through the ups and downs of life. It is also a chance for us to see beyond the outer exterior of a person and fish a little deeper.











In every way the celebrations were a simple recognition of our ‘birth-to-earth’ day and the fact that we all as spiritual beings with an individual soul “come from the stars”. A crown and cape worn by the child for the entire morning highlighted the fact that the child was King or Queen for the day. Teachers adapted the rainbow bridge birthday story and made the story their own to adapt to their children.



















Rabu, 17 Agustus 2016

MEMAKNAI HARI KEMERDEKAAN





Kita seperti layang-layang
Tak kenal takut berteman awan
Terbang tinggi mengudara
Terbang tinggi berputar melayang




Setiap anak memiliki waktu
Waktu untuk tumbuh dan berkembang
Waktu untuk membuka pikiran mereka



Tidak ada cerita kepahlawanan disini
Tidak kisah perjuangan dengan tombak dan senjata

Tidak ada untaian kata yang mengungkapkan 
betapa hebatnya para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
Tidak ada pertanyaan mau jadi apa mereka nanti utk mengisi kemerdekaan ini
Belum saatnya....nanti ada waktunya






Saat ini mereka perlu kebebasan
Saat ini mereka perlu keberanian
Saat ini mereka perlu rasa mencintai



Bebas bermain
Berani melangkah
Mencintai sesama



Itu saja...
Dan hari ini menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi mereka...




Usaha dan kerja keras bukanlah bersakit-sakit
Menikmati hasil bukan demi kesenangan sendiri


Bekerja bersama
Nikmati bersama
.................................................