Rabu, 26 Oktober 2016

Public Talk hari ketiga



Coba bayangkan ketika kita memiliki 2 orang bos di kantor. Bos yang satu mememerintahkan kita melakukan ini dan bos yang lain menyuruh kita menyelesaikan itu. Apa yang kita rasakan? Apa yang kemudian akan kita lakukan?

Ayah/Ibu : Pake sepatunya, kamu sudah bisa pake sendiri.
Kakek/nenek : sini, kakek pakein sepatunya. kasian dari tadi ga selesai-selesai pake sepatu.
Ayah/Ibu : Kalau sudah selesai main, dibereskan ya
Kakek/Nenek : Ga apa-apa, biar nanti nenek yang bereskan
Ayah/Ibu : Kenapa belum tidur? Ko masih nonton TV?
Kakek/Nenek : Tadi disuruh tidur ga mau, biar aja dia nonton dulu sebentar

Apa yang dirasakan anak ketika dia menghadapi 2 orang atau bahkan mungkin 4 orang bos di rumah? Karena bisa jadi pola asuh antara Ibu, Ayah, Nenek, Kakek masing-masing berbeda. Apa yang kemudian dilakukan anak? Apalagi jika kita tinggal di rumah mertua. Apalagi jika kemudian suami berkata "aahh biarinlah, ga enak kan kita sama ibu bapak, gitu aja ko diambil pusing."

Sistem kekeluargaan di Indonesia membuat orang-orang terdekat seperti kakek dan nenek menjadi pemeran pengganti saat orang tua terutama sang ibu saat bekerja. Pengasuhan yang dilakukan kakek dan nenek sering disebut grandparenting. Bisa diartikan grandparenting adalah kesempatan kedua yang lebih besar atau hebat (grand) untuk menjadi orangtua (parent) “kembali”. Pola asuh yang berbeda antara orangtua dan kakek-neneknya akan membuat si kecil tidak memiliki pegangan atau patokan yang jelas bagaimana seharusnya berperilaku.

Selasa, 25 Oktober 2016

Public Talk Hari Kedua



Bayangkan ketika kita sedang santai di rumah atau sedang memasak atau sedang mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, tiba-tiba datang seorang tamu yang belum kita kenal. Apa yang kita rasakan? Kita akan bertanya-tanya siapa tamu itu, ada keperluan apa, apakah maksud kedatangannya baik atau buruk? Kita merasa cemas, was-was, atau bahkan merasa tidak aman. Bisa jadi kita kesal karena merasa terganggu oleh kedatangan yang tiba-tiba saat kita sedang mengerjakan sesuatu. Dan kemudian di tengah-tengah pembicaraan dengan tamu tersebut, kita teringat akan masakan yang belum selesai, cucian yang masih menumpuk, kamar yang masih berantakkan.

Keadaan seperti itulah yang juga dialami oleh anak ketika kita tiba-tiba meminta anak yang sedang asik bermain, untuk membereskan mainannya karena harus segera tidur, membangunkan anak untuk segera mandi, ataupun mengajak anak ke sebuah tempat yang belum pernah ia kunjungi.

Ritme bukan merupakan jadwal kegiatan yang tersusun dari jam sekian sampai dengan jam sekian. Lalu apakah ritme itu? Mengapa kegiatan anak harus berselang-seling antara kegiatan yang sifatnya mengarah pada dirinya sendiri dan kegiatan yang sifatnya mengarah keluar dirinya? Apa kaitan ritme dengan anak yang tidak mau tidur sendiri, anak yang hanya menyukai jenis makanan tertentu, anak yang tidak mau main sendiri tanpa ditemani, anak yang rewel ketika pulang sekolah? Apa kaitan antara ritme dengan ADHD?

"You and I" situation yang akan disampaikan oleh Edith berjalan beriringan dengan mindfulness, "Sadar Penuh Hadir Utuh," yang akan disampaikan oleh Adjie Silarus. Bukan hanya pemberian materi, tetapi juga berlatih untuk menyusun sebuah ritme dalam keluarga.

Senin, 24 Oktober 2016

Public Talk Hari Pertama

“Kenapa aku ga boleh maen bola di dalem rumah, kalau di rumah nenek boleh..."
"Kok Aldi sama Mamanya dibolehin makan permen...kenapa aku ga boleh..,"
“Gak mau...aku ga mau mandiiiii...itu kakak juga belum mandi...”
“Aku ga mau makan...ga suka!”

Pernah dengar kata-kata seperti itu? Lalu apa yang kita ucapkan sebagai orang tua? "Ya udah...sekali ini aja yaaa..." Itukah yang kita katakan? Hmmmhhh...lalu apa yang terjadi?


Rabu, 19 Oktober 2016

Public Talk - Parenting



Oct 28
19.00-21.00
TALK WITH Edith Van der Meer
LOVING AUTHORITY AND DISCIPLINE
Raising a child in today’s world is increasingly difficult and a most formidable task.
Establishing clearly articulated and well considered expectations as well as firm boundaries are
a very necessary part of successful parenting. True freedom is only possible if there are boundaries and limitations.
So, what is a parent to do? How does one find balance and establish authority in such turbulent and uncertain times?

Oct 29
14.30-18.00
TALK WITH EDITH AND SHARING SESSION WITH Adjie Silarus
RHYTHM AT HOME
Rhythm plays an important part in building a predictable and secure environment.
Rhythms establish a foundation of cooperation and connection = You and I situation
This builds trust in the world and is of particular benefit to ARD/ADHD children

Oct 30
09.00-12.30
TALK WITH EDITH AND SHARING SESSION WITH Dira J Sugandi
Perhaps the most important part of being a grandparent is having a second chance.
Through the relationship with their grandchildren, grandparents can try and
do better some of the things they felt less happy about as parents.
However tensions are likely to arise between the different generations when the needs and wishes of grandparents and parents conflict.
10% reg fee disc bagi para orang tua murid Jagad Alit, member Klab Anak Rabu, dan member free parenting session dan study group (min kehadiran 5 kali pertemuan)

Rabu, 12 Oktober 2016

ONLY FOR US, YOU, AND ALL OF YOU!

Oct 15, 2016
09.00 - 15.00
at Jagad Alit Play and Kinder
Jl. Babakan Jeruk IIE, Bandung

Yoga Session with Pujiastuti Sindhu
Parenting and Study Group Discussion with Edith Van der Meer
Mini Bazaar with the natural products and healthy foods

Registration
Email jagadalit.waldorfschool@gmail.com
WA 087823152314
Limited seat